Caleg Stress

Sedih juga ya, lihat di TV banyak caleg yang stress gara-gara perolehan suara tidak memenuhi quota. Mengharu-biru. Hal ini menjadi bahan renungan. Mengapa? Bagaimana seharusnya? dst. dsb.

Pertanyaan-pertanyaan yang menggelitik adalah: Kalau tidak lulus jadi caleg saja sudah stress, bagaimana mereka bisa menangani masalah rakyat yang begitu kompleks? Bagaimana mereka bisa melepaskan diri dari tekanan pekerjaan yang di dalamnya terletak nasib ribuan bahkan jutaan nasib orang?

Eh, pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa dinihilkan dengan mudah.
Untuk pertanyaan pertama: berpikir seolah-olah tidak ada masalah rakyat yang menghadang. Bukankah sesuatu baru disebut masalah jika hal tersebut dianggap sebagai masalah? Untuk pertanyaan kedua: berpikir seolah-olah tidak ada tekanan di dalam pekerjaan mereka, mereka tidak sedang menentukan nasib banyak orang yang telah memberi kepercayaan kepada mereka. Dengan kata lain, the most important thing is the only their own affair, not about the people.

Ini pandangan skeptis (atau sinis) outsider. Banyak hal telah dikorbankan untuk pesta demokrasi ini. Pengorbanan materi, waktu, tenaga, fikiran, pertemanan, kesetiaan, kesantunan. Ya, harus diakui, di satu sisi kita bangga sebagai salah satu bangsa besar di dunia dengan demokrasi khas dan dibangun melalui perjalanan panjang. Di sisi lain, kita merasa miris dengan berbagai fenomena yang dipertontonkan para elit politik. Pragmatisme (lebih halus dari oportunisme) atau kutu-loncatisme (he he ….) menjadi ajaran baru dan dianut oleh banyak orang. Ya…. judulnya bagus: hak politik individu bla bla bla.

He he …. ini kayak kicauan orang frustrasi. Dipikirin sampai jumpalitan juga gak ada pengaruh apa-apa buat dunia persilatan. Tak apa-apa lah, just keep on berkicau.

Mengapa mesti stress karena tidak jadi caleg? The only answer is: salah niat. Koq bisa? Ya, lah. Di negeri asal demokrasi atau di negeri yang demokrasinya sudah mapan, menjadi legislatif adalah untuk aktualisasi diri. Mengejawantahkan diri agar menjadi lebih berguna bagi orang lain, sehingga nilai kemanusiaan mereka meningkat, bukan harta mereka yang harus meningkat, karena mereka sudah kaya harta lebih dahulu. Jadi mereka bukan mencari kekayaan. Nah lho!

So, what do we do?
Nothing?

Jika ada pengurus partai yang iseng membaca tulisan ini, maka saya rekomendasikan tiga hal berikut:

Satu: Kader partai seharusnya mendapat pembekalan tentang bagaimana cara menempatkan niat pada proporsi semestinya. Filosofinya, niat yang baik tidak akan berbuntut tidak baik, apapun hasil akhir yang diperoleh.

Dua: Kader partai seharusnya dibekali dengan pelajaran sportivitas dan loyalitas. Alasannya, kita rindu melihat orang mengucapkan selamat kepada pemenang suatu kompetisi, meskipun dia sendiri kalah. Rindu rasanya melihat para kompetitor yang dulunya saling bersaing duduk berdampingan berdiskusi mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa. Kita rindu negarawan sejati.

Tiga: Kader partai seharusnya diuji kekuatan mentalnya oleh sebuah lembaga independen sebelum diajukan sebagai calon legislatif. Hal ini perlu dilakukan karena masalah-masalah yang dihadapi (sekali lagi, jika itu dipandang masalah) di lembaga terhormat bukanlah masalah-masalah cetek yang bisa diselesaikan dengan bermodalkan pengetahuan atau kepopuleran atau keahlian alakadarnya.

Demikian tadi rekomendasi yang kiranya perlu dipertimbangkan. Ha ha ….

Lha, kalau kader partai yang ada, kualifikasinya kurang memadai atau malah partai gak punya kader sama sekali lantas bagaimana? Terus bagaimana dan siapa yang harus diberi pembekalan? Nah, itu dia! Kenapa bikin partai? Apa yang kau cari?

(Jangan pesimis ya, masih ada koq, kumpulan orang-orang baik yang menjadi anggota dewan terhormat. Mudah-mudahan jumlah mereka bertambah banyak seiring berjalannya waktu.)

< Artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s